“TAFSIR
AYAT-AYAT TENTANG PERLOMBAAN”
(Q.S
8:60 Dan Q.S 12:)
Disusun
oleh;
LALU SAMSUL
RIJAL
NIM ; 152. 111. 010
FAHRURROZI
NIM: 152. 111. 015
TOHARUDIN
NIM: 152. 111. 001
FAKULTAS SYARIAH
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI (IAIN)
MATARAM
2013
Kata
Pengantar
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. atas
rahmat dan hidayah-Nya tugas makalah
Tafsir ahkam “tafsir ayat-ayat tentang perlombaan (q.S 8:60 dan Q.S 12:) ini terselesaikan dengan lancar.
Sholawat
serta salam senantiasa tercurah atas junjungan alam, Nabi besar Muhammad SAW.
rasul terpilih yang telah berhasil
merintis ummatnya menuju kebenaran.
Terima kasih, diucapkan kepada semua pihak yang
telah membantu dalam proses penyelesaian makalah Tafsir ahkam “tafsir ayat-ayat tentang
perlombaan (Q.S 8:60 dan Q.S 12:) makalah
ini bukan sekadar makalah. Semoga bisa bermanfaat dalam membantu proses
pembelajaran.
makalah ushul
Tafsir ahkam “tafsir ayat-ayat tentang perlombaan (Q.S 8:60 dan Q.S 12:). Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik
dan saran yang membangun dari para pembaca. Kami selalu dan sangat terbuka
untuk menerima kritikan maupun saran, guna penyempurnaan pada tugas-tugas berikutnya.
Mataram,
30 maret 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
SAMPUL
.............................................................................................................
KATA
PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR
ISI ....................................................................................................... ii
BAB
I
PENDAHULUAN
.............................................................................................. 1
BAB
II PEMBAHASAN
A. Q.S
AL ANFAL AYAT 60......................................................................
2
B. Q.S
YUSUF AYAT 17.............................................................................
7
BAB III PENUTUP
A. kesimpulan
................................................................................................ 9
Daftar
Pustaka ...................................................................................................... 10
BAB
I
PENDAHULUAN
DI era globalisasi tekhnologi
semakin canggih, industry-industi besar semakin meningkat namun peran seoarng
mukmin dalam kemajuan tekhnologi sangat lah tipis kalah saing sama orang-orang
non muslim. mereka sangatlah menguasi di bidang tekhhnologi. tidak seperti pada
abad ke 4 hijriah orang-orang muslimlah yang mendominasi dalam segala bidang.
Namun pada saat ini orang-orang
mukmin sedang mengalami degredasi atau tereliminasi oleh zaman, ini di sebabkan
karena kita kurang persiapan. padahal dalam surat al anfal ayata 60 kita di
anjurkan untuk bersaing dan bersiap-siap menghadapi tangtangan zaman.
BAB
II
PEMBAHASAN
TAFSIR AYAT
TENTANG PERLOMBAAN
1. SURAT AL –ANFAL AYAT 60
(#rÏãr&ur Nßgs9 $¨B OçF÷èsÜtGó$# `ÏiB ;o§qè% ÆÏBur ÅÞ$t/Íh È@øyÜø9$# cqç7Ïdöè? ¾ÏmÎ/ ¨rßtã «!$# öNà2¨rßtãur tûïÌyz#uäur `ÏB óOÎgÏRrß w ãNßgtRqßJn=÷ès? ª!$# öNßgßJn=÷èt 4 $tBur (#qà)ÏÿZè? `ÏB &äóÓx« Îû
È@Î6y «!$# ¤$uqã öNä3ös9Î) óOçFRr&ur w cqßJn=ôàè? ÇÏÉÈ
Artinya; Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka
kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk
berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan
musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang
Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan
dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).[1]
2. Arti
Kata-Kata
Al-I’
dad; yaitu mempersiapkan sesuatu untuk masa depan.
Ar-Ribath
dan Al-Mirbath; tali yang digunakan untuk menambat binatang. Ribathu ‘I Khail ;
Menahan dan menyimpan Kuda
Al-Irhab
dan At-Tahib; Melemparkan kedalam ketakutan yang disertai dengan kegelisahan.
Janaha
li’ Sy-Syai’ Wailaihi; Cendrung kepadanya. Dikatakan, Janahat Asy-syamsu li ‘Ighurub,
yakni Matahari condong terbenam di upuk barat.
As
Salmu atau Assilmu dan As-Salamu; damai, lawan perang.[2]
3. Asbabunnuzul
Turunnya Ayat
Dalam
suatu Riwayat dikemukakan bahwa Jibril datang kepada Rasulullah SAW. Dan
berkata engkau telah meletakkan senjata dan tetap berusaha mengajak mereka
melaksanakan perdamaian. Allah telah mengizinkan kamu untuk menggempur bani Quraizhah
yang telah menghianatimu. berangkatlah Gempurlah mereka.” Lalu turunlah Ayat ini
( Q.S al-anfal :58). Sebagai izin kepada Rasulullah SAW untuk menggempur
orang-orang yang menghianati perdamaian. Diriwayatkan
oleh Abusy Syaikh yang bersumber dari Syihab[3]
Jadi
disini saya simpulkan bahwa surat Al
Anfal Ayat 60 ini bersamaan turun dengan ayat di atas.
4. Tafsiran
Ayat
Dalam
aayat ini, Allah menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh kaum Mukmin dalam
memperlakukan mereka ditengah-tengah peperangan yang mesti terjadi, karena
mereka mengkhianati janji dan memulai permusuhan. Yang demikian itu, termasuk
salah satu Sunnah kemasyarakatan insyani, karena terjadinya pertentangan antara
yang hak dan yang batil, dan yang kuat dan yang lemah, merupakan perkara yang
mesti terjadi.
Allah Ta’ala memerintahkan kepada
kaum mukmin untuk mengadakan persiapan perang yang mesti dilakukan, demi
menghindarkan serangan musuh, melindungi jiwa , kebenaran dan keutamaan.
Persiapan
itu bisa dilakukan dengan dua perkara
Pertama
: mempersiapkan kekuatan sebisa mungkin. Persiapan
seperti ini akan berbeda-beda sesuai dengan perbedaan zaman dan tempat. kewajiban
muslimin dewasa ini ialah membuat senjata , pesawat tempur, bom dan tank baja,
membuat kapal-kapal perang dan kapal selam, dan sebagainya. kewajiban mereka
pula, ialah mempelajari berbagai keahlian dan industry yang kepadanyalah
tergantung pembuatan benda-benda dan kekuatan perang lainnya.
Para
sahabat dahulu telah menggunakan Mariam bersama Rasulullah Saw, didalam perang Khaibar
dan lainnya.
Kedua:
menempatkan
pasukan berkuda di pelabuhan dan perbatasan, karena ini merupakan pintu
masuknya musuh dan tempat penyerangan terhadap Negara.
Hikmahnya
supaya umat mempunyai tentara yang selalu siap melindunginya, apabila secara
tiba-tiba datang serangan dari musuh. Hal ini akanterpenuhi oleh pasukan bekuda
karena mereka baergerak dengan cepat dan mampu berperang , disamping
mengirimkan berita dari pelabuhan ke ibukota dan seluruh pelosok. Atas dasar
ini, allah mengagumkan pekara kuda dan memerintahkan supaya memuliakannya. di
zaman sekarang ini, zaman Negara-Negara yang tengah berperang, mempunyai
berbagai keahlian kemilitera, pasukan berkuda masih tetap mempunyai andil besar
dalam berperang.
Persiapkanlah
sesuai dengan kesanggupan kalian, untuk menghadapi mereka, kekuatan perang dan pasukan berkuda yang di
tempatkan, agar kalian dapat menggentarkan musuh Allah yang Kafir kepada Allah dan
Rasulnya serta musuh kalian yang senangtiasa menantikan datanghnya musibah
kepada kalian. tidak ada yang dapat mencegah terjadinya peperangan kecuali
persiapan untuk berperang itu sendiri. orang-orang kafir jika mereka mengetahui
persiapan kaum Muslimin utuk Bejrihad dan kelengkapan persenjataan dan
peralatan perangnya , tentu mereka akan takut.
Dengan
itu , kalian dapat pula menggetarkan manusia lain selain mereka yang telah
kalian kerahui, yaitu kaum musyrikin makkah dan para pembantunnya yang
memadukan kedua permusuhan ini kerika ayat ini diturunkan sesudah perang badar,
yang sekarang tidak kalian kerahui permusuhan , tetapi Allah mengetahinya.
karena, dia maha mengerahui akan segala perkara gaib.
Ringkasnya
memperbanyak peralatan dan perlengkapan perang tidak hanya akan menggentarkan
musuh-musuh yang kita ketahui, bahwa mereka adalah musuh. tetapi, juga akan
menggentarkan musuh-musuh yang tidak kita ketahui. persiapan perang akan
menggetarkan mereka semua. dan mencegah mereka dari keberanian perang.. inilah
yang dewasa ini disebut sebagai perdamaian bersenjata.
Adapun
yang kalian nafkahkan baik sedikit maupun banyak , dalam mengadakan persiapan
yang berupa kekuatan dan penjagaan di jalan Allah, sesungguhnya Allah akan
membalasnya bagi kalian dengan balasan yang cukup.
Sedangkan
dia tidak akan menimpakan kezahaliman kepada kalian, tidak pula penindasan dari
musuh-musuh kalian. yang demikian itu, karena pihak yang telah mempuyai
persiapan untuk menangkis serangan musuh, jarang sekali ada pihak yang berani
menyerangnya. kalaupun menyerang, maka jarang sekali ia berhasil
mengalahkannya.
Disini
terdapat Isyarat, bahwa mempersiapkan kekuatan perang dan mengadakan pengawalan
di jalan allah sesuai dengan kesanggupan itu, hanya bisa tercapai dengan
menafkahkan harta yang banyak. karena itu , allah mendorong hamba-hamba nya
yang Mu’min untuk berinfak dijalan allah. kemudian menjajjikan bahwa segala apa
yang mereka nafkahkan akan dibalas dengan balasa yangcukup, baik di dunia dan
akhirat, atau di akhirat saja.[4]
Dalam
uaraian di atas dapat kita simpulkan bahwa kita harus mempersiapkan
matang-matang sebelum memulai perlombaan dalam perperang atau peperangan dalam
era globalisasi ini umat muslim harus berlomba-lomba membuat senjata, untuk
mempertahankan diri dari orang-orang yang ingin menhacurkan Islam, supaya umat Islam
tidak tenggelam atau terkalahkan baik dalam bidang Tekhnologi maupun bidang Teologi.[5]
Tafsir
Surat Yusuf Ayat 17
1. Surat
yusuf ayat 17
(#qä9$s%
!$tR$t/r'¯»t $¯RÎ) $oYö7yds ß,Î7oKó¡nS $uZò2ts?ur y#ßqã yZÏã $oYÏè»tGtB ã&s#2r'sù Ü=øÏe%!$# ( !$tBur |MRr& 9`ÏB÷sßJÎ/ $uZ©9 öqs9ur $¨Zà2 tûüÏ%Ï»|¹ ÇÊÐÈ
Artinya
Mereka
berkata: "Wahai ayah kami, Sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami
tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan
kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah
orang-orang yang benar."[6]
2. Asbabunuzul
turunnya ayat
Para
sahabat itu berkata; ya Rasulullah bagaimana jika Tuan mengisahkan sesuatu
kepada kami ? maka Allah menurunkan Ayat ini yaitu (Q.S 12; 3) yang menegaskan
bahwa didalam Alqur’an sudah terdapat kisah-kisah yang baik sebagai teladan
bagi kaum Mukmin (diriwayatkan oleh ibnu
jarir yang bersumber dari ibnu abbas dan diriwayatkan pula oleh ibnu marduaih
yang bersumber dari ibnu ma’sud)[7]
Dari
Buku Tafsir yang saya baca tentang asbabunnuzul, ternyata asbabunnuzul turunnya
surat yusuf itu hanya satu yaitu ketika turunnya ayat yang ke tiga. maka dari
itu kita bisa menagkap maknanya bahwa semua ayat yang terdapat dalam surat
yusuf asbabbunnuzulnya sama.[8]
3. Tafsiran
Ayat
Anak-anak
Ya’qub itu datang kepadanya di waktu Isya’ yaitu ketika bercampur antara gelap
malam dan terangnya siang. mereka datang sambil menangis. Makdsudnya agar ayah
mereka merasa puas terhadap apa yang mereka katakana, kata mereka sesungguhnya
kami pergi dari tempat perkumpulan kami sambil meninggalkan Yusuf di sebelah
pakaian dan perbekalan kami, supaya dia menjaganya. sebab, dia tidak bisa ikut
berlomba bersama kami yang melelahkan tenaga. namun kemudian , dia dimakan oleh
serigala, karena kami berada jauh dari dia, dan kami tidak mendengar teriakannya
ketika ia meminta pertolongan. kami tau bahwa engkau takkan membenarkan
perkataan kami. aku ini adalah orang-orang yang engkau anggap benar,
lebih-lebih jika engkau menuju yang tidak-tidak kepada kami mengenai itu dan
dalam hal ini engkau pumua alasan. karena peristiwa ini memang aneh dan ajaib
yang kebetulan kami alami dalam urusan itu.[9]
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dalam
suarat al-anfal kita di anjurkan untuk mempersiapkan kekuatan sebelum melakukan
peperangan atau perlombaan karena itu sebagai benteng pertahanan kita. dan kita
juga dia anjurkan untuk memperrsiapkan persiapan sesuai dengan kemampuan yang
kita miliki. apabila kita menafkah kan harta kita di jalan allah maka allah
telah menjanjikan kemenagan terhadap kita.
Dalam
surat yusuf ayat 13 mengandung larangan untuk berlomba-lomba dalam berbuat
kemungkaran.
Daftar Pustaka
Alqur,an digital,
laptop aspire one,
Ahmad Mustafa
al-maraghi, terjemah tafsir al maraghi jilid 10,( semarang:CV Toha putra, 1987)
Shaleh dan dahlan,
dkk, asbabunnuzul, (bandung;CV penerbit di ponogoro edisi ke-2, 2000)
Jalaludin As-Suyuti,
Tafsir Jalalain; Berikut Asbabunnuzul Ayat, vol.; 1 Bandung ;
sinar Baru AL Gesindo, 2009
Quraisihab , Tafsir
Al Misbah ; Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an Ciputat;; Lentera Hati
Ahmad Mushthafa
Al-Maraghi. Terjemahan (PT Toha Putra) Semarang
[1]
Alqur,an digital, laptop aspire one,
[2] Ahmad Mustafa al-maraghi,
terjemah tafsir al maraghi jilid 10,( semarang:CV Toha putra, 1987) hal.35
[3] Shaleh dan dahlan, dkk, asbabunnuzul, (bandung;CV penerbit di ponogoro edisi ke-2, 2000) hal.
248
[4] Ahmad Mustafa al-maraghi,
terjemah tafsir op. cit..hal 39
[5] penulis, lalu samsul rijal
[6] Alqur,an digital, laptop aspire
one,
[7] Shaleh dan dahlan, dkk, asbabunnuzul, op.cit.,hlm. 296
[8] penulis
[9] Ahmad Mustafa al-maraghi,
terjemah tafsir op. cit..hal. 229